Seperti Power Rangers

Bismillahirrahmanirrahim

Senin malam, tanggal 16 Desember 2013, ibumu mengeluh sesak nafas. Dadanya sakit dan berasa “penuh” katanya. Aku sih cuek-cuek aja, paling juga sesak nafas biasa pikirku, dan siap mengambil posisi terbaik buat bobo. Setelah itu aku ngga ingat apa-apa lagi karena terlelap. Ternyata jam 2.30 pagi, aku dibangunin sama dia. Dia bilang, kayanya udah waktunya ngelahirin. Mendengar itu, mataku yang biasa redup kalo lagi bangun tidur, langsung terang. Segera setelah kakek kalian datang, aku dan ibumu berangkat ke klinik. Naik Motor.

Untunglah proses kelahiran adik kalian berdua itu lancar jaya, meski sempet berpindah klinik karena yang jaga di klinik pertama tidur pulas dan aku ngga tega membangunkannya. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit dari kami sampai ke klinik kedua sampai dengan adik kalian keluar dari perut ibumu. Saking kilatnya, ibu bidannya sendiri bilang bahwa proses kelahiran adik kalian itu adalah proses termudah yang pernah di tanganinya. Tanpa ada lecet dan nyaris tanpa darah yang keluar. Mungkin agak wajar, soalnya bagi ibu kalian ini adalah anak yang ketiga, dan adik kalian ini perempuan. Mitosnya, melahirkan anak laki itu lebih susah ketimbang anak cewek. Jadi mungkin bahasa games-nya itu ibu kalian itu udah level expert tapi dihadapkan dengan tantangan kategori easy, ya perfect lah hasilnya. Mungkin.

Jadilah sekarang rumah kita betambah rame, ribut tepatnya. Disamping teriakan kalian berdua kalau sedang melakukan simulasi perkelahian ultraman dan monster-monster musuhnya, terdengar pula tangisan si kecil. Kini posisi kita kalau naik motor juga agak berubah. Kalau dulu kita masih bisa santai duduk berempat, sekarang kita harus menyediakan space agak lebih buat ibumu agar si kecil dalam gendongan ibumu tidak terganggu.

Nadya Zulva Ash-Sholihat

Dulu, setelah setelah menikah, aku dan ibumu bercita-cita ingin punya anak 5 orang. Menurutku terlihat keren jika punya banyak anak, hidup ngga akan kesepian ketika aku atau ibumu beranjak renta. Soal Rezeki serahkan aja sama Allah, toh masing-masing anak punya rezeki sendiri-sendiri, yang penting kita berusaha mengejarnya. Tapi sekarang aku realistis, maklum morning sickness syndrom akut di derita ibumu lumayan merepotkan. Jadi sekarang terserah ibu kalian saja, apakah dia ingin punya anak lagi atau tidak. Sebagai suami aku selalu siap. Kini kita sudah seperti power rangers, 3 laki-laki dan 2 perempuan. Siapa tau kelak kita bisa jadi six sigma atau magnificent seven.

Oia, olehku dan Ibumu, adik perempuan kalian ini kami beri nama “Nadya Zulva Ash-Sholihat”.  Kalian googling ajalah sendiri artinya. Yang pasti, secara umum sama seperti kalian beruda, aku dan ibumu ingin dia jadi anak yang soleh, ingin dia menjadi jawaban atas semua doa-doa kami. Terus terang nak, kalian merupakan salah satu dari tiga hal yang bisa menolong kami jika kelak sudah menutup mata.

Untuk itu nak, aku dan ibumu akan berjanji, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kalian bertiga merasa beruntung telah lahir melalui kami.

24 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s