99% itu aku

Bismillahirrahmanirrahim

Minggu-mingu belakangan ini, kota kecil kita sering sekali diguyur hujan, nak. Matahari seringkali malu-malu menampakan dirinya. Hampir setiap hari warna kelabu selalu tampak di langit, yang berujung pada turunnya butiran-butiran air. Air itu menyebabkan banyak jalan tergenang, akibat dari pengerjaan yang buruk dan tak kunjung selesai. Mirip sekali dengan jalan-jalan ke kebun atau ke sawah.

Tinggal di kota ini emang seperti  judulnya lagunya Raisa, Nak. Serba salah. Ketika hari cerah tiba, kita harus pakai perlengkapan layaknya Neil Amstrong, astronot Amerika dulu. Pakai helm full face lengkap dengan masker penutup mulut untuk menghindari terpaan debu, sedang ketika musim hujan,  kita harus mengangkat kaki dari bootstep motor, supaya ngga kecipratan becek. Tak ada kondisi yang benar-benar sesuai bagi seorang pengendara motor seperti aku.

Saking seringnya sepatuku kotor akibat becek, sekarang aku hanya mengenakan sandal jepit ketika menuju dan pulang dari tempat kerjaku. Sedang sepatuku tersimpan rapi dalam plastik di bawah meja kerjaku. Memakai sendal jepit itu multifungsi nak, selain mudah, nyaman dan praktis, juga berpotensi menambah pahala walaupun kecil. Soalnya sandal jepitku itu sering sekali dipinjam orang lain di masjid dekat kantor untuk berwudhu. Jadi jika kalian melihat seseorang pengendara Motor satria FU hitam yang memakai sandal jepit  dengan sweater hijau tua yang mulai pudar di bagian pundak, celananya digulung sepergelangan kaki dan memakai tas punggung di jalanan, 80% itu adalah aku.

Dijalan protokol yang menuju tempat kerjaku, aku sering melihat anak-anak sekolah dasar melambaikan tangannya untuk mencari tumpangan. Sekolah mereka tak jauh dari lokasi komplek pemerintahan kota ini, yang juga merupakan lokasi tempat kerjaku.  Terkadang jika aku tak sedang membonceng teman yang menumpang, mereka aku angkut. Kebetulan memang di lokasi ini belum ada trayek angkutan umum.

betiga

Ya, agak aneh memang. Ditengah anggaran yang katanya ratusan milyar untuk bidang pendidikan kabupaten ini, tapi membeli angkutan untuk anak sekolah tak bisa. Ironisnya lagi mobil-mobil para pejabat pengelola kabuten ini setiap tahun selalu saja ada yang baru. Mereka seperti berlomba-lomba mengganti mobil untuk dipamerkan dijalan-jalan rusak kota ini. Entah kemana kijang kapsul yang mereka pakai beberapa tahun lalu.

Dahulu aku memang pernah melihat bis sekolah di sini, tapi sepengetahuanku lebih sering sakit ketimbang sehatnya. Sekarang mungkin sudah almarhum nak, aku tak tahu pasti, karena aku tak menemukan batu nisannya. Jadilah anak-anak sekolah itu berusaha sendiri-sendiri untuk menuju dan pulang dari sekolah. Ada yang bawa kendaraan sendiri, ada yang diantar orang tua atau keluarganya, ada yang menyerahkan ke pihak ketiga seperti ojek dan mobil carteran, dan terakhir menunggu kemurahan hati pengguna jalan lain. Nebeng.

Aku terkadang agak jengkel jika melihat ada kendaraan plat merah ngga mau membawa anak-anak itu. Jika tidak ada uzur, seharusnya pengendara plat merah itu wajib mengangkut mereka. Apa takut kalau kendaraannya kotor? Bukankah uang yang dipakai untuk membeli kendaraan dinas itu uang rakyat? Termasuk uang anak-anak itu juga. Mereka juga berhak menaiki kendaraan itu. Aku jadi teringat sebuah motto yang menyebutkan bahwa “pegawai negeri itu adalah pelayan masyarakat”.

Jadi sekali lagi nak, jika kalian melihat seseorang pengendara motor satria FU hitam yang memakai sandal jepit  dengan sweater hijau tua yang mulai pudar di bagian pundak, celananya digulung sepergelangan kaki dan memakai tas punggung tengah membonceng anak sekolah di jalanan, 99% itu adalah aku.

6 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s