Bab Orang Dewasa

Bismillahirrahmanirrahim

Aku tercenung. Banjir yang datang beberapa hari lalu yang membuatku seperti itu. Sudah lama sekali seingatku, kota ini mendapat banjir seperti ini.

Entahlah nak, banjir ini disebabkan oleh apa. Ada yang bilang karena kiriman dari hulu sungai yang curah hujannya sedang tinggi yang bertepatan dengan pasangnya air laut. Kebetulan kota kita tingginya beda tipis dengan laut. Ada juga yang bilang karena kerusakan lingkungan, hutan dibuka untuk keperluan pertambangan, perkebunan dan perumahan, sampai perilaku masyarakat yang buruk soal sampah. Dan yang paling ekstrim adalah karena jebolnya tanggul PT. KPC, perusahaan tambang batu bara terbesar di indonesia. Yang terakhir ini belum aku verifikasi kebenarannya.

Adapun penjelasan pemerintah kabupaten, yang aku dengar lewat pak camat, banjir kali ini murni bencana alam. Sesederhana itukah? Hehe, entahlah. Yang pasti sistem drainase kota ini sangat minim dan buruk. Adapun tanggapan pak bupati aku nggak dengar, nak. Mudah-mudahan beliau tak terlalu sibuk mengurusi partainya yang sekarang sedang gonjang-ganjing, tidak tersita perhatiannya untuk tim nasional sepak bola dan asosiasi kabupaten seluruh indonesia yang beliau pimpin. Sehingga mengelola kota ini tetap jadi prioritas utama.

Tapi apapun itu, yang jelas banjir besar telah terjadi. 60% kota kita tergenang. Banyak sekali rumah yang terendam. Rumah kakekmu terendam setinggi paha orang dewasa. Hingga nenekmu yang sedang sakit-sakitan ikut mengungsi. Kita masih beruntung nak, air nggak sampai masuk kerumah, meski sekeliling kita air semua.

Yang menambah penderitaan masyarakat adalah dampak turunan banjir ini, yaitu padamnya listrik. Dua hari kita sekeluarga seperti kembali ke jaman batu. Hape kehabisan baterai, senter charger pun sama. Untungnya gas kompor masih tersisa, sehingga aku nggak perlu buat tungku.ย Tanganku dan ibumu pegal untuk mengipasi kalian berdua karna kepanasan. Dan saat malam hari kita hanya berhiaskan lilin. Sekilas terlihat romantis, padahal sebenarnya tragis.

Tapi yang paling membuatku sedih adalah tenggelamnya kumbung jamur milikku dan teman-temanku. Ratusan baglog yang baru dan siap tanam rusak. Bahan baku pembuatan media juga hanyut oleh banjir. Panen otomatis berhenti. Kami harus mulai dari awal lagi. Padahal kumbung jamur itu adalah harapan masa depan kami.ย Mungkin hal yang sama juga dirasakan oleh para petani lain.

Begitulah nak, ketika kalian dewasa itu akan selalu ada ujian dan cobaan yang datang. Tinggal bagaimana cara kita menghadapinya. Aku pernah membaca sebuah pepatah yang bilang bahwa pelaut yang handal itu bukan di hasilkan dari samudra yang tenang. Jadi ketika ujian datang kita tak boleh lari, tapi harus dihadapi. Apabila mampu melewatinya, maka kita akan semakin kuat dan pandai dalam menghadapi cobaan-cobaan yang lain. Mirip-miriplah dengan bangsa seiya di komik dragon ball, yang semakin kuat apabila sering bertarung.

DSC_0007

Terlepas hal itu semua, ada yang berbahagia ketika banjir kemarin, yaitu anak-anak seumuran kalian berdua. Anak-anak seperti kalian tak pernah ambil pusing tentang permasalahan yang terjadi. Yang penting happy. Tak mengapa, nak. Bermainlah sepuasnya, hingga nanti akan tiba saatnya guru kehidupan datang pada kalian dan mengajarkan tentang bab orang dewasa.

8 responses

  1. swear tadi sengaja nyari link alamat blog ini, rasanya dah lamaaaa banget gak sowan kesini. baru tau juga klo sempat kena musibah ini.
    musibah, memang hanya orang dewasa yang bisa memaknai, si anak hanya melihat dan merekam untuk bekal dia menghadapi kesulitan yang serupa di masanya kelak. dia akan mengingat bagaimana cara ayah ibunya menghadapinya, dengan reaksi psikologi dan perasaan yang seperti apa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s