Meludah ke langit

Bismillahirrahmanirrahim

Kakak abi, ingatkah kau pada gambar ini :

Ya, itu adalah gambarmu. Gambar tentang keluarga kecil kita. Ada aku, ibumu, acing dan kamu sendiri. Lengkap dengan namanya. Bangga? Tentu aku bangga, nak. Tapi apa aku boleh sedikit protes? Gambarku tidak ada janggutnya. Kau tau, meski tipis, janggutku itu selalu aku pelihara. Kelak kau juga akan tahu kenapa aku memeliharanya.

Tapi lupakan saja masalah janggut. It’s not a big deal. Gambarmu bagus. Aku kagum dengan imajinasimu. Kau bisa dapat ide menggambarkan keluarga kita dan melukiskannya dengan tepat, meski janggutku ketinggalan. Aku jadi bertanya-tanya, berapa watt lampu pijar yang menyala di kepalamu itu.

Sedangkan kau acing, aku butuh waktu untuk menafsirkan gambarmu ini :

Aku melihat ini sejenis dengan monster binatang aneh-aneh pada sinetron di indosiar. Tapi tidak mengapa, nak. Toh sinetron itu tetap di produksi, artinya peminatnya tetap ada. Cuma mungkin pembuatnya butuh lebih banyak belajar, seperti di Pixar atau Disney misalnya.

===

Ketahuilah, kemampuan kalian mengembangkan daya imajinasi dan mewujudkannya itu yang disebut orang kreativitas. Jika kalian terus begini, mungkin buku-buku best seller yang mendorong seseorang untuk berfikir kreatif tak perlu kalian baca kelak. Dan seandainya saja semua orang sepertimu, mungkin trainer-trainer semacam Mario Teguh harus bersiap-siap mencari ladang baru.

Kreativitas itu penting, nak. Dunia ini takkan bisa jadi seperti sekarang jika manusianya tidak kreatif. Mobil, pesawat, alat dapur dan spongebob, semua tercipta dari proses kreatif manusia. Mungkin kita masih di jaman film The Flinstones jika manusianya tidak kreatif.

Anak-anakku, Tapi ada satu hal yang penting soal “kreatif” ini. Ketahuilah, semua hal di dunia ini boleh kalian rubah, perbaiki atau ganti dengan sesuatu yang baru, tapi tidak pada syariat agama. Meski kalian berdalih untuk kebaikan sekalipun. Sadar atau tidak, jika kalian melakukan proses kreatif terhadap syariat agama, itu berarti kalian menyangsikan kapasitas dan kapabiltas Rasulullah, seolah-olah Beliau belum menyampaikan semua ajaran agama kita ini.

Jadi, nak, meskipun kelak kalian sudah menggunakan Windows 16 atau Android 42, jangan kalian “lukis” atau “gambar” syariat agama kita menurut versi kalian sendiri. Janganlah merasa lebih baik dari para sahabat Rasulullah yang sudah pasti masuk surga. Karna jika itu yang terjadi, kalian sama saja seperti meludah ke langit.

15 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s