Hari-hari terakhir

Bismillahirrahmanirrahim

Hari-hari terakhir ini aku agak sedikit sibuk, nak. Perkerjaanku mulai meningkat porsinya menjelang akhir tahun ini. Hal ini dipicu oleh instruksi bos ku dikantor yang mengharuskan semua pekerjaan harus dikebut untuk mengejar progress yang masih terbilang minim. Intruksi yang terkesan klise, karena setiap tahun selalu seperti ini. Menunjukan bahwa instansi kami tak pernah belajar dari pengalaman.

Tapi di sela-sela kesibukanku, aku masih sempat melongok ke portal-portal berita, menonton tivi dan membaca koran di kantor secara sekilas. Seperti biasa, kabar seputar korupsi masih mendominasi. Dari soal korupsi perbankan yang tak kunjung terkuak meski KPK sudah berjilid tiga, kitab suci, pajak, universitas negeri sampai ย gedung-gedung olahraga. Yang terbaru adalah berita saling tuduh antara seorang menteri yang lagi naik daun versus yang katanya wakil-nya rakyat yang berkantor di senayan. Melihat berita-berita ini sepertinya hilangnya korupsi di negeri ini adalah sesuatu yang absurd.

Sebenarnya aku agak bosan juga dengan berita-berita korupsi. Seolah-olah tidak ada berita baik. Mungkin benar idiom yang beredar, bad news is good news. Awak media juga butuh makan. Aku paham. Maksudku, di samping kabar-kabar miris itu, harusnya diselipkan juga kabar yang menyejukkan hati. Kenaikan gaji misalnya. Meskipun itu baru dalam tahap rencana.

Sesekali ada juga tentang sepak terjang jokowi dalam memimpin Jakarta. Kalau yang ini terkesan berlebihan sepertinya. Bayangkan, sekedar memimpin apel pagi atau menyidak bawahannya saja jadi berita. Padahal itu biasa-biasa saja. Aku yakin Gubernur Papua pun melakukan hal yang sama. Bahkan aku pernah melihat berita soal Ahok yang mencoba naik motor voojrider. Apa istimewanya?

Kabar lain adalah kemenangan Obama di Amerika sana. Dia kembali dipercaya lagi jadi presiden setelah mengalahkan pesaingnya. Kesannya Obama ini begitu teruji, karena mengalahkan seorang pesaing baru. Tidak seperti presiden kita, yang mengalahkan pesaing yang itu-itu saja. Terkesan seperti kekurangan orang. Padahal kita berjumlah lebih dari 200 juta orang. Tua-muda semua ada. Tinggal pilih saja. Asal jangan balita dan orang gila.

Itulah nak, sekilas berita hari-hari terakhir ini yang aku dengar. Dengan media, kita bisa mengamati apa yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Oh ya, tahukah kalian berdua bahwa kita juga sedang di amati ?! ketahuilah, kita sedang di awasi oleh-Nya.

*Sumber gambar dari sini.

13 responses

  1. hiyaaaa pak…
    ada jugak yang lagi hotNews nih..
    Bapak kita bersama yang mendapat gelar dari bu Ratu inggelis “Knight Grand Cross in the Order of the Bath” padahal artinya aja kagak tau.. kalao dari pembahasan di radio artinya itu “Kesatria agung palang kerajaan.. apaaa gitu”

    ada jugak nih tentang pak dah is yang membeberkan 6 nama yang minta upeti dari BUMN…
    heu heu Indonesiaku Indonesia Raya…
    Kemanakah tauladan yang baik dari ulul amri negeri ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s