Soal Tanggung Jawab

Bismillahirrahmanirrahim

Kakak abi dan Acing, sedikit demi sedikit kalian berdua belajar membaca, baik itu huruf arab maupun huruf latin. Kalian sudah bisa membedakan huruf dan membaca kata sederhana. Tahukah kenapa kalian kuwajibkan belajar itu semua? Jawabannya adalah karena aku bertanggung jawab atas kalian sampai kalian berdua besar nanti. Aku wajib membekali kalian dengan ilmu yang cukup. Tujuannya supaya kelak kalian berdua bisa mandiri dan bertanggung jawab atas diri kalian sendiri.

Dalam rangka melaksanakan kewajibanku itu, aku menjadi guru bagi kalian. Salah satunya soal membaca itu. Tentu saja, untuk itu aku harus sudah mengusai ilmu baca. Karena tidak mungkin aku mengajari kalian berdua kalau aku sendiri tidak menguasainya. Seorang guru yang baik dituntut mengusai ilmu yang akan di ajarkannya. Hal ini wajib, nak. Bukan sunnah atau pun mubah. Karena berhasil atau tidaknya seorang murid untuk menguasai ilmu sedikit banyak tergantung dari kualitas gurunya.

Nak, sampai saat ini aku sudah bertemu dan mengenal banyak sekali orang yang jadi guru. Banyak sekali cerita dibalik kehidupan mereka. Cerita tentang pengalaman-pengalaman heroik mereka dalam menjalankan tugasnya ataupun tentang suka duka menjadi guru. Tapi tentu saja itu semua tidak kutuliskan disini. Intinya begini nak, seorang guru itu adalah pahlawan bagi anak didiknya. Bisa dikatakan, seorang guru yang baik akan berjuang sekuat tenaga agar muridnya bisa berhasil. Tapi aku menuliskan ini bukan supaya aku disebut pahlawan karena jadi guru bagi kalian berdua. Aku masih belum ada apa-apanya dibanding mereka. Kutegaskan sekali lagi, aku menjadi guru bagi kalian karena memang ini kewajibanku atas kalian.

Disamping menjadi guru, aku juga membelikan buku belajar membaca untuk huruf latin dan buku Iqroโ€™ untuk huruf arab. Selain itu, alat tulis, kertas dan meja kecil juga aku sediakan. Dan untuk kenyamanan, ruang keluarga kita selalu aku bersihkan dari hal-hal yang sekiranya dapat mengganggu ketika waktu belajar serta sebuah kipas angin yang selalu stand by apabila kalian berdua merasa kepanasan saat belajar. Aku sadar, sebagai penanggung jawab proyek ini, aku harus menyediakan semua fasilitas untuk mendukung kalian dalam belajar. Fasilitas itu penting, nak. Coba kalian fikir apakah bisa kalian belajar dengan baik tanpa buku panduan seperti buku Iqroโ€™? Jawabannya mungkin bisa, tapi aku tak tahu butuh waktu berapa lama. Yang pasti tidak secepat sekarang.

Setelah guru dan kebutuhan belajar-mengajar sudah aku penuhi, ada satu hal lagi yang aku perhatikan. Yaitu aku harus memikirkan tahapan-tahapan dalam mengajari kalian. Maksudku, kalian berdua itu awalnya harus belajar apa dulu, setelah itu apa dan seterusnya. Nah, di lembaga pendidikan resmi seperti sekolah, hal ini namanya kurikulum. Ini juga penting, Nak. Kalau kurikulumnya tidak sesuai bisa dipastikan proses belajar bisa jadi mengalami kesulitan. Bahkan bisa amburadul. Apa jadinya kalau kalian berdua langsung ku ajari membaca kalimat tanpa mengenal huruf lebih dulu? Susah bukan?! Untunglah, buku-buku yang aku belikan sudah dilengkapi dengan tahapan yang baik dan benar, jadi aku cukup berpedoman pada itu.

Itulah nak, tiga komponen penting yang harus aku penuhi dalam menyukseskan kegiatan belajar kalian. komponen-komponen itu melengkapi sesuatu yang ada pada diri kalian masing-masing. Sesuatu yang dinamakan Akal pikiran. Aku percaya, mempunyai akal pikiran saja belum cukup bagi seseorang untuk megusasai ilmu. Butuh tiga komponen di atas, agar ilmu terserap dengan baik. Jangan kalian anggap semua yang kujelaskan ini masalah sepele. Karena Ilmu itu penting, nak. Seperti yang pernah kutulis disini dulu.

Jadi nak, aku ingin menggambarkan pada kalian bahwa tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya dalam hal pendidikan itu seharusnya sama dengan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya. Karena salah tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa ini. Jadi sudah sepatutnya, pemerintah kita harus menyediakan guru-guru yang berkualitas, fasilitas yang cukup dan kurikulum yang baik. Seperti yang sering kita lihat di televisi, saat ini masih ada guru-guru yang mengasari murid, kemudian ada sekolah-sekolah yang mirip kandang ternak dan ada buku-buku pelajaran yang berisikan hal-hal yang tidak sesuai umur murid yang membacanya. Mudah-mudahan setelah membaca ini, mereka lebih serius lagi mengejar tujuan mulia mereka itu.

 

Sebenarnya ada maksud lain aku menuliskan ini semua. Tulisan ini aku sertakan pada Lomba Blog Gerakan Indonesia Berkibar. Hadiahnya berupa gadget-gadget pintar. Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin mempunyai barang-barang seperti itu. Tapi karena keterbatasan, sampai sekarang keinginanku itu belum kesampaian. Nak, apabila kita menang, gadget itu akan jadi fasilitas kalian dalam belajar. Aku Janji.

17 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s