Lebih Rendah dari Sampah

Bismillahirrahmanirrahim

Kakak abi, tak terasa sudah hampir 5 bulan ini kau bersekolah di Taman Kanak-kanak yang bernama Nurul Ihsan. Sekolahmu itu letaknya bersebelahan dengan sebuah masjid yang namanya sama dengan sekolahmu itu. Kecuali minggu, setiap hari kau belajar disana, menuntut ilmu. Di kelasmu, yang lambangnya buah semangka itu, ada sekitar 20 anak-anak sebayamu. Kau dan sekitar 20 anak itu di asuh oleh seorang guru wanita, katamu bu guru tia namanya.

Setiap hari, kau bercerita padaku mengenai beberapa orang dari sekitar 20 anak yang ada di kelasmu itu. Ada Β Okta, yang katamu kalo ngomong tidak terlalu jelas karna suaranya yang serak, terus ada Rafi yang menurutmu paling pintar di kelas. Ada juga Rafasya yang suka main kejar-kejaran dengan Rian. Kemudian ada Helmi, anak yang jadi sainganmu dalam pelajaran mewarnai, gambarnya hampir selalu mendampingi gambarmu dipajang di papan hasil kegiatan kelas semangka. Ada Naila, yang kita temui pas acara gowes gembira di kantor bupati dan masih banyak lagi yang lain.

 

Kakak abi, kurang lebih 20 anak itulah yang dinamakan teman. Orang-orang yang berinteraksi denganmu di sekolah. Untuk kalian berdua ketahui, teman itu ada dua, teman yang baik dan teman yang tidak baik. Teman yang baik adalah teman yang dapat memberikan pengaruh positif padamu, sebaliknya teman yang tidak baik itu bisa memberikan pengaruh yang negatif.

Ketahuilah untukmu kakak abi dan acing, Rasulullah, junjungan kita, pernah berkata soal teman ini nak. Beliau bilang, perumpamaan teman yang baik dan yang tidak baik itu seperti kita duduk dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Kalau kita duduk dengan penjual minyak wangi, kita bisa kecipratan minyak wangi, atau paling tidak kita akan mencium aroma harum yang bisa menempel pada tubuh dan pakaian kita. Tetapi kalau kita duduk dengan seorang pandai besi, kita akan mencium aroma kurang sedap dan mungkin bisa-bisa kita terkena percikan api yang bisa membakar pakaian dan tubuh kita. Nak, yang dibilang Rasulullah ini cuma permisalan. Jadi jangan setelah kau membaca ini, kau langsung memberi stempel buruk pada seorang pandai besi, sehingga tidak mau berteman dengannya. Itu namanya salah mengartikan hadist.

Jadi nak, semakin kalian berdua besar, akan semakin banyak orang kalian temui. Mereka semua memang bisa jadikan teman, tapi ingatlah, tidak semuanya bisa jadi teman yang baik. Ketika mereka berpengaruh buruk pada kalian, segeralah tinggalkan dia. Dan apabila dia memberi pengaruh yang baik, sayangi dia dan jangan pernah kalian tinggalkan. Aku ingat perkataan Uchiha Obito di komik ninja Naruto karangan Masashi Kishimoto. Dia bilang, seorang shinobi (ninja) yang melanggar aturan itu layak disebut dengan sampah, tetapi shinobi yang meninggalkan temannya itu lebih rendah dari sampah. Sungguh nak, aku tidak tau apa yang lebih rendah dari sampah.

*sumber gambar dari sini.

29 responses

  1. “a friend in need is a friend indeed” merupakan quote tentang teman yg paling populer. Tapi perumpamaan Rasulullah tentang teman rupanya lebih dahsyat ya…
    Jadi pengen dengar lagunya Brothers

  2. Jika ada yang tanya apa itu sahabat sejati tinggal bilang, seperti spongebob dan patrick.

    Dan juga saya ingat perkatann sasuke, tidak akan ku biarkan sahabatku mati di hadapanku.

    Banyak hal yang dapat diambil dari tokoh-tokoh kartun hal-hal yang positif, tapi kadang hal itu amatlah sulit dipraktekan . salam blogger

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s