Mencari Keringat

Bismillahirrahmanirrahim

Nak, aku sangat bahagia sekali melihat perkembangan kalian berdua. Kalian semakin hari semakin memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Kalian berkembang dan semakin terlihat aktif. Saking aktifnya, kalian selalu berkeringat ketika bermain dan bahkan kadang tidurpun begitu. Yah, mungkin karna kita tidak mempunyai air conditioner di rumah, sehingga kalian mudah sekali berpeluh-peluh. Tapi paling tidak itu menunjukan bahwa kalian tumbuh sehat.

Khusus untuk mu acing, aku dan ibumu kadang mengikat rambutmu yang keriting gondrong itu, supaya mengurangi rasa sumuk akibat kau terlalu aktif.

Kau suka meloncat-loncat di kasur hingga bantal dan guling berhamburan. Kau juga suka lari tanpa trayek yang jelas, hingga kadang terjatuh. Belum lagi kalau kau duel dengan kakak abi, kau jadi son goku, kakak abi ultraman mebius. Kau juga pernah memecahkan gelas di atas lemari dengan bola yang kau tendang. Itu semua baru yang indoor, bisa kau bayangkan apa yang terjadi kalau kau ku lepas di luar sana. Bisa-bisa mandi keringat.

Anak-anakku, meski keringat itu agak sedikit berbau kurang sedap, tapi berkeringat itu bagus. Dahulu waktu aku SMP, guruku bilang keringat itu menunjukan proses metabolisme tubuh berjalan baik, sehingga tubuh jadi lebih sehat dan bugar. Tapi nak, ada satu keringat yang katanya tidak baik, keringat dingin namanya. Kalau yang ini kalau bisa jangan nak.

Mungkin sekarang kalian tidak mengerti, tapi kelak kalian akan tahu bahwa ada sebagian orang yang bersusah payah untuk mencari keringat. Mereka sengaja meluangkan waktu, tenaga bahkan biaya hanya untuk mengeluarkan peluh dari tubuh mereka. Kelihatannya sih remeh-temeh, tapi itulah kenyataanya. Salah satu orang tersebut itu aku nak. Dengan alasan mencari keringat, kurang lebih dua minggu yang lalu aku membeli sepatu futsal. Aku membeli sepatu itu bukan dari online shop yang sekarang lagi ngetrend nak, tapi dari toko beneran yang dekat jalan simpang empat yang menuju ke bontang. Harganya seperlima gajiku yang telah di potong bank akibat pinjaman kita dua tahun lalu.Ini adalah follow up dari apa yang aku tulis disini.

Katanya, kalau kita main pakai sepatu jadi lebih bersemangat dan tendangan jauh lebih akurat. Mari kita lihat nak, seberapa hebat sepatu baru itu. Bisakah dia mencetak gol dan mencarikan aku keringat?

31 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s