Jangan main futsal kalau…

Bismillahirrahmanirrahim

Seharusnya aku menulis ini untuk kalian berdua 2 hari yang lalu, ketika rasa pegal-pegal mulai menyerang tubuh ini, ketika hampir semua persendian tubuhku terasa sakit. Tapi karena rasa capek yang mendera, jadi baru sekarang aku bisa menulisnya. Ya, Memang judulnya agak menggantung. Sengaja. Aku mencontohnya pada media-media sekarang, dengan harapan kalian berdua kelak tergoda membacanya.

Baiklah,Β untuk yang pertama, kalian jangan main futsal kalau kalian tidak melakukan pemanasan terlebih dahulu. Ceritanya 2 hari yang lalu aku diajak oleh seorang teman untuk main futsal jam 10 malam. Tapi aku tiba di lokasi ngaret sedikit. Karena saat itu yang main masih kurang, aku pun langsung masuk lapangan. Tanpa pemanasan. Kalian berdua tahu apa yang terjadi? Kakiku gemetaran di menit-menit awal. Bukan demam panggung nak, tapi otot kakiku yang seperti terkejut karena dipaksa bekerja ekstra secara instant. Lumayan memalukan kalau orang lain melihat itu dan memvonis aku sedang nervous.

Kedua, jangan main futsal kalau kalian tidak memakai sepatu alias nyeker, meskipun cuma friendly games. Karena kemungkinan terinjak pemain lain yang bersepatu sangat tinggi. Untuk kalian ketahui, sedikitnya 5 kali kakiku terinjak pada malam itu. Rasanya lumayan sakit. Selain itu, nyeker juga bisa merusak pemandangan bagi yang menonton. Kalau betis kalian berdua nanti besar berotot sih tidak mengapa, tapi kalau kurus jenjang sepertiku? Agak kurang pantas, nak.

Selanjutnya yang ketiga. Jangan main futsal kalau kalian bermain 1 jam lebih secara nonstopΒ  dengan kondisi sepertiku sekarang. Umur yang tidak muda, tidak pernah olahraga rutin dan tidak bekerja berat adalah ciriku sekarang. Sangat kontradiktif dengan futsal yang membutuhkan stamina tubuh yang bagus karena butuh banyak pergerakan pemainnya. Di futsal nak, kecuali kiper, semua pemain bisa jadi penyerang sekaligus jadi pemain bertahan. Hanya semangat dan gengsi saja yang membuat aku bertahan tanpa jeda malam itu. Alasan bodoh yang membuat rasa pegal belum juga hilang sampai sekarang.

Yang keempat, jangan main futsal kalau kalian makan sesaat sebelumnya. Kalau yang ini bukan aku yang merasakannya. Tapi salah seorang temanku yang ikut bermain. Sebelum berangkat ke lokasi dia makan dulu. Alhasil, Selepas 20 menitan sejak kick off, dia melambaikan tangan. Nyerah. Ingin muntah.

Kelima, jangan main futsal kalau kalian tidak bawa air minum atau sedikit uang. point ini bisa kalian abaikan jika kalian cukup percaya diri untuk meminta air minum ke teman yang lain. Terus terang nak, aku minum air yang di bawa teman. Bukan minta, tapi di tawari. Bukankah rejeki itu tidak boleh di tolak?

Sedang yang terakhir nak, jangan main futsal kalau kalian pulangnya terlalu malam. Loh, apa hubungannya?! Kujelaskan pada kalian, waktu main kemarin, aku baru pulang jam 11.30 malam dan ibu kalian sudah tidur. Sebagai suami yang baik, aku tidak tega kalau membangunkannya dengan mengetuk terlalu keras atau menghubungi ponselnya. Jadi aku pakai kunci cadangan yang diletakan di tempat rahasia kami berdua. Kalian bisa bayangkan apa jadinya kalau kunci serep itu tidak ada? Ada kemungkinan aku akan mendapati air muka ibu kalian yang keruh ketika membukakan pintu.

Begitulah nak, pesan-pesanku pada kalian berdua agar kalian tidak jatuh pada lubang yang sama. Ini kubuat secara sengaja, karena kalian berdua itu laki-laki, bukan perempuan, dan aku tidak pernah melihat perempuan main futsal.

*Sumber gambar dari sini

15 responses

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s