Balada Odong-Odong

Tau odong-odong? Itu lho mainan anak-anak seperti komidi putar versi mini yang dirakit diatas sebuah sepeda serta dilengkapi musik pengiring. Mainan ini dijalankan dengan cara manual dengan cara mengayuh pedal sepeda yang telah dimodifikasi.

Saya ga akan mengupas masalah odong-odong dari segi teknis pembuatannya, tapi saya akan mencoba melihat dari sisi lain yang mungkin luput dari perhatian kita.

Ga jelas kapan dan dimana odong-odong diciptakan. Penciptanya pun juga tak diketahui. Tapi menurut saya odong-odong merupakan bentuk kreatifitas seseorang yang patut di acungi jempolπŸ˜‰ .

Penciptanya begitu hebat hingga mampu menciptakan sebuah alat sederhana, mobile (bisa kemana-mana), ramah lingkungan (environmentally friendly), benuansa sporty (so pasti, operatornya sehat) dan tentu saja menghasilkan uang (meski kecilπŸ˜› ).

Melihat perkembangan anak-anak sekarang saya kadang miris. Anak-anak sekarang lebih hafal lagu orang dewasa ketimbang lagu anak-anak. Lebih tau bang toyib ketimbang burung kakak tua, padahal bang toyib kan ga pulang-pulang:mrgreen:.

Malah kalo anda pernah liat acara nickelodeon award anak-anak di global tv, lebih miris lagi😦 . Masa hajatan anak-anak tapi yang dipilih orang dewasa, udah gitu pengisi acaranya pun orang dewasa dan band dewasa yang membawakan lagu cinta-cintaan. itu mah bukan acara anak-anak

Sudah sepatutnya bangsa ini berterimakasih kepada paklek odong-odong, karena lagu yang diputer di odong-odong adalah lagu anak nasional. Sehingga secara ga langsung, paklek odong-odong ikut mempopulerkan lagu anak nasional. Odong-odong menjelma menjadi alat propaganda lagu anak-anak yang efektif ditengah miskinnya lagu anak-anak sekarang ini. Odong-odong tetap memainkan lagu anak-anak ditengah mewabahnya lagu orang dewasa.

Paklek odong-odong, two thumb up for you..

2 responses

  1. sebetulnya odong-odong itu sangat cocok dengan indonesia, negara krisis energi namun sdm melimpah, bayangkan manusia bisa menghasilkan ilmu dan energi, sayangnya energi ini yang belum/jarang dimanfaatkan, 200 juta rakyat indonesia mayoritas pemakan nasi/karbohidra yang notebene adalah penghasil energi, jika di gunakan keuntungannya hemat bbm, badan sehat tidak gendut, penyakit kencing manis+jantung berkurang, mengurangi devisa, tul ga? sayang orang indonesia banyak gengsinya, contoh mau sehat naik sepeda banyak yang pengen beli sepeda mahal, padahal dengan sepeda biasa saja sehatnya sama, cuma beda gengsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s