Weekly Photo Challenge: Big
Bismillahirrahmanirrahim
Minggu sore kemarin kita pergi ke pameran yang di adakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten kita yang ke 13. Lokasi pamerannya sendiri mengambil tempat di Pasar Induk yang belum beroperasi. Jadi kios-kios dan los-los pasar disulap jadi stand-stand peserta pameran. Sedang di area parkirnya terdapat panggung besar yang digunakan untuk hiburan masyarakat. Kita Cuma bertiga, Ibumu sengaja tidak ikut karena sibuk membersihkan rumah dan mempersiapkan keperluan kita hari senin besok.
Di beberapa tempat pameran, aku menyempatkan mengambil gambar kalian berdua. sebagai kenang-kenangan tentunya. Kalian berpose dengan senjata-senjata milik TNI, dengan ikan nemo, patung polisi, bahkan dengan tumpukan buah kakao dan kelapa sawit. Tapi kalian tidak mau berfoto dengan penjaga stand pameran. Entah kenapa. Padahal ada salah satu mbak-mbak penjaga stand nawarin foto bareng, karena suka melihat rambutmu, acing. Rambut bangsawan, katanya. Jangan senang dulu, acing. Bagusnya rambutmu itu relatif, tergantung siapa yang melihat. Buktinya rambutmu pernah ditarik-tarik anak penjaga sebuah mini market karena gemes.
Ketika kita memasuki stand Dinas Pendidikan, kalian melihat miniatur sebuah sekolah SMU lengkap dengan landscapenya. Lantas kalian berdua pun heboh melihat maket sekolah tersebut. Pak, lihat, tangan kakak abi lebih besar dari rumahnya, katamu, kakak abi. Sementara kau, acing, sibuk memperhatikan bangunan-bangunan kecil itu dari balik kaca. Aku cuma tersenyum sambil menekan shutter kamera.
Betul nak, kalian berdua terlihat lebih besar dari miniatur sekolah itu. Saking besarnya kalian berdua seperti raksasa. Dan karena kalian terlihat lebih besar, aku mengikutkan foto kalian ke Weekly Foto Challenge (WPC) minggu ini. Kali ini WPC mengangkat tema BIG, yang dalam bahasa Indonesia artinya besar.
Karena kali ini temanya ‘besar’, aku berdoa, semoga kalian berdua cepat besar. Tapi aku ingin berpesan kepada kalian berdua. Yang pertama, jika kelak kalian berdua menjadi besar, aku harap kalian tidak melupakan saat kalian berdua masih kecil. Karena kebanyakan orang-orang besar sekarang ini lupa saat mereka masih menjadi orang kecil. Kedua nak, apabila kalian berdua nanti benar-benar jadi orang besar, aku ingin kalian jangan menyepelekan orang kecil. Untuk kalian berdua ketahui, saat ini, banyak orang-orang besar tidak menghiraukan orang-orang kecil.
Another WPC just klick here.














amiin,,
salam kenal gan,,
terima kasih udah meng-amin kan..
salam kenal kembali..
semoga anak-anaknya yang akan gantian mendoakan
amin ya rabb….
(Y)
Selalu seneng deh, baca tulisan Ayah Nie ini…
Btw, bikin foto2 kecil2 itu gimana ya ? Pingin bikin juga …
terima kasih mbak lies..
pake gallery mbak, jadi bisa lebih dari satu foto..
pas mau aplod ubah pengaturannya..
Okee makassih, ya pencerahanya.. WPC. Minggu ini Insya اللّهُ aku coba tampilan seperti itu…
semoga berhasil mbak..
“apabila kalian berdua nanti benar-benar jadi orang besar, aku ingin kalian jangan menyepelekan orang kecil” sepakat dengan abi nya kak acing…
bisa bantuin translate ke english ga ?! *muka ngarep*
waaa, ntar jadi kacau beliau nih pak gremmernya
“If you grow up be a succes person someday, I wish you can give them ‘ragtag’ a protection.”
Hahaaa, kacau ndak ni pak? Sengaja ndak memakai kata negatif “jangan”, karena untuk kata negatif pada anak tidak dianjurkan pak..
emm.. kayanya bagus juga..
*padahal ga ngerti blass*
ahahaaay, anggep aja bener paak
iyalah.. *ga ada pilihan lain*
syukur2 dah di tolongin..
Bermakna banget nih …..
ada nilai-nilai filosofisnya
biasa aja kok mbak ria..
sekaligus berarti dengan sesuatu yang kecil pun kita bakal bisa meraih yang besar.
btw kabupaten mana ?
betul mba..
saya di sangatta, kab. kutai timur
Keren! Gak diajak ke mall tapi diajak ke pameran biar tambah pengetahuan.
Salam,
EKA
kebetulan ada pameran.. jadi anak2 di ajak kesana
salam kembali,
BAHTIAR
Aku salut sama orang tua yang lebih memilih pameran daripada mal. Ini kegiatan yang sangat mendidik sekali mas
sederhana aja mbak,
menurut saya ke pameran itu peluang keluar biaya-nya lebih kecil ketimbang ke mall